Selasa, 18 Februari 2025

Tantangan Pertama Timnas Putri Bernama Arab Saudi

 Tantangan Pertama Timnas Putri Bernama Arab Saudi


 timnas sepak bola putri Indonesia unggul banyak hal dari Arab Saudi. Namun, itu bukanlah jaminan saat keduanya bertemu di lapangan. Melawan Arab Saudi, yang tengah mengembangkan sepak bola putrinya, adalah tantangan yang harus dihadapi dengan serius untuk mengetahui ada di level mana sebenarnya kemampuan ”Garuda Pertiwi” saat ini.

 Timnas putri Indonesia akan berhadapan dengan Arab Saudi dalam laga resmi FIFA di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (20/2/2025), mulai pukul 23.30 WIB. Agenda ini merupakan pertandingan internasional pertama timnas putri pada tahun 2025.

 Pertandingan kontra Arab Saudi ini juga adalah bagian dari persiapan untuk Kejuaraan ASEAN Putri 2025 pada Juni mendatang. Indonesia bakal menjadi tuan rumah pada ajang yang mempertemukan delapan tim dari negara yang tergabung dalam Federasi Sepak Bola Asia Tenggara. Tiket ke turnamen diraih setelah Indonesia menjuarai turnamen kualifikasi, Piala AFF Putri 2024.

 Pelatih timnas sepak bola putri Satoru Mochizuki membawa 18 pemain untuk menghadapi Arab Saudi. Mereka merupakan perpaduan dari pemain senior yang juga memperkuat tim saat tampil di Piala AFF Putri 2024 dan pemain muda yang dipilih Mochizuki selama proses seleksi sejak Januari lalu.

”Tidak ada target secara spesifik (menghadapi Arab Saudi), tapi tujuannya tentu ingin menang,” kata Mochizuki.

Indonesia lebih unggul dari Arab Saudi dalam beberapa aspek. Dari peringkat dunia, misalnya, Indonesia memiliki posisi lebih baik dari Arab Saudi. ”Garuda Pertiwi” menempati peringkat ke-97 dunia, sedangkan Arab Saudi berada di urutan ke-166.

 Secara rekor pertemuan, Indonesia juga tidak pernah kalah dari Arab Saudi dalam dua laga sebelumnya. Pertemuan pertama pada 22 Februari 2023, Indonesia bermain imbang 1-1. Pada pertemuan kedua sehari kemudian, Indonesia menang 1-0.

 Kendati demikian, hasil itu juga sebenarnya menunjukkan bahwa tak mudah bagi Indonesia mengatasi Arab Saudi. Saat ditahan imbang, contohnya, Indonesia sebenarnya cukup dominan dan mampu mencetak gol lebih dulu pada menit ketujuh. Indonesia juga bahkan memiliki beberapa peluang emas untuk menambah keunggulan.

 Namun, peluang-peluang itu masih belum bisa dikonversi menjadi gol. Alih-alih menambah keunggulan, timnas putri malah kebobolan lima menit sebelum laga berakhir sehingga skor menjadi imbang 1-1.

 Peringkat Arab Saudi saat ini pun merupakan lonjakan yang terjadi dalam empat bulan. Tim ini naik delapan peringkat dari peringkat terakhir bulan Agustus sekaligus jadi posisi terbaik mereka sejak masuk ke dalam peringkat dunia pada Maret 2023.

 Apabila dibandingkan dengan Indonesia yang sudah punya timnas putri dan debut di turnamen internasional sejak 1977, Arab Saudi baru meluncurkan timnas putrinya pada 2021. Namun, rentang yang jauh itu bukan juga jaminan. Terlebih, dalam empat tahun terakhir, Arab Saudi menunjukkan keseriusan mereka membangun sepak bola putrinya.

 Tim berjulukan ”The Green Ladies”, di bawah kepemimpinan Pelatih Luis Cortes, telah memainkan 29 pertandingan, mencetak 32 gol, dan telah berpartisipasi dalam 15 kamp pelatihan. Kehadiran kompetisi dalam negeri juga telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan performa para pemain timnas.



Pemain muda

 Situasi ini berbeda dengan Indonesia. Namun, menghadapi Arab Saudi dapat menjadi ajang untuk melihat bagaimana realitas tim, yang terbentuk di tengah kompetisi dalam negeri yang mati suri sejak 2019.

 Di tengah ketiadaan liga, timnas putri menggelar seleksi dan pemusatan latihan yang berjalan selama 16 Januari-15 Februari 2025 di lapangan Unesa, Surabaya, Jawa Timur. Pada tahap awal, penyaringan pemain diikuti 52 pemain yang terdiri dari 28 pemain U-20 dan 24 pemain dari U-17.

Setelah sebulan seleksi berjalan, sebanyak 24 pemain dipilih untuk melanjutkan pemusatan latihan ke Jepang. Ada enam pemain kelompok umur yang dinilai Mochizuki layak bersama timnas senior melawan Arab Saudi.

”Saya berharap bisa memainkan semua pemain untuk melihat kemampuan mereka, terutama pemain-pemain muda,” ujar Mochizuki.

Salah satu pemain muda yang dibawa Mochizuki adalah Ajeng Sri Handayani. Pemain berusia 18 tahun ini menarik perhatian Mochizuki setelah membawa Persib Putri menjuarai Piala Pertiwi Jawa Barat dan memborong penghargaan individual sebagai pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik.

Sebelum akhirnya terpilih, Ajeng sempat mengutarakan tekadnya untuk memperkuat timnas putri. Ajeng ingin seperti idolanya, Reva Octaviani, pemain timnas putri yang terpilih sebagai pemain terbaik Piala AFF Putri 2024.

”Saya ingin mengikuti jejaknya dan membawa timnas putri juara lagi,” ucap Ajeng.

3 komentar:

Analisis Cedera Olahraga pada Atlet Sepak Bola Junior

  Analisis Cedera Olahraga pada Atlet Sepak Bola Junior   Di lansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), Sepak bola remaja memiliki ti...