Selasa, 21 Januari 2025

peraturan sepak bola dan penjelasannya!

 Peraturan Sepak Bola Menurut FIFA


  Sebenarnya, peraturan sepak bola tidak ada yang berubah total. Bisa dibilang hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, peraturan sepak bola makin disempurnakan lagi agar memberikan rasa adil bagi para pemain dan tim ketika bertanding.

  Dijelaskan dalam buku Laws of the Game 2020/2021 yang dirilis oleh International Football Association Board (IFAB), berikut peraturan sepak bola terbaru yang sudah diterapkan



Peraturan Mengenai Lapangan Sepak Bola

  Sebelum memulai pertandingan, pihak penyelenggara harus memperhatikan sejumlah aturan tentang lapangan agar sesuai dengan aturan IFAB. Simak peraturan tentang lapangan sepak bola berikut ini:

1. Ukuran Lapangan

  • Dimensi: 105 x 68 meter
  • Area penalti: 40,32 x 16,5 meter
  • Jari-jari lingkaran tengah: 9,15 meter
  • Jarak titik penalti dari garis gawang: 11 meter
  • Ukuran gawang: lebar 7,32 meter x tinggi 2,44 meter
  • Perbesaran jarak lapangan: 2-5 meter

2. Ukuran Gawang

  • Tinggi: 2,44 meter
  • Lebar: 7,32 meter

3. Ukuran Area Sepak Pojok

  • Tinggi bendera sepak pojok: 1,5 meter
  • Radius lingkaran di area sepak pojok: 1 meter

4. Papan Komersial

Jarak antara garis pinggir lapangan dengan papan komersial yakni 1 meter. Papan komersial tidak boleh diletakkan di area gawang, area sepak pojok, dan di lapangan sepak bola.

5. Bola

  • Bola berbentuk bulat.
  • Berbahan dasar dari kulit.
  • Ukuran keliling bola yakni 68-70 cm.
  • Memiliki berat antara 410-450 gram.
  • Bola harus sesuai standar FIFA Quality PRO, FIFA Quality, atau IMS (International Match Standard).


Peraturan Tentang Pemain


  Selanjutnya adalah aturan baru tentang pemain sepak bola. Agar tidak bingung, simak penjelasannya berikut ini.

1. Jumlah Pemain
  • Jumlah pemain sepak bola dalam sebuah tim sebanyak 11 orang. Apabila jumlah pemain dalam satu tim kurang dari 7 orang karena alasan tertentu (cedera atau mendapatkan kartu merah) maka permainan akan dihentikan dan tim tersebut dinyatakan kalah.
2. Pemain Pengganti
  • Jumlah pemain pengganti tergantung dari laga yang dimainkan. Rinciannya yakni sebagai berikut.
  • Pertandingan internasional antar negara: 11 pemain cadangan
  • Pertandingan di liga domestik: 5 pemain cadangan
3. Pergantian Pemain
  • Jumlah pergantian pemain dalam sebuah pertandingan sebanyak lima kali, dengan rincian tiga kali saat waktu normal dan dua kali saat memasuki babak tambahan waktu.
4. Keselamatan
  • Dilarang menggunakan perhiasan.
  • Meninggalkan seluruh barang dan alat elektronik di dalam loker.
5. Pakaian
  • Baju lengan pendek atau lengan panjang
  • Celana pendek
  • Kaos kaki
  • Sepatu
  • Shin guards (pelindung kaki)
6. Warna Baju
  • Warna baju yang dipakai kedua tim di lapangan harus berbeda. Misal, tim A menggunakan baju warna merah dan tim B menggunakan baju warna biru.


 Peraturan Tentang Wasit


  Wasit merupakan pemimpin dalam pertandingan sepak bola. Oleh sebab itu, wasit harus adil dan bisa memberikan keputusan tepat, sehingga tidak menguntungkan salah satu pihak. Wasit dalam sepak bola terbagi dalam beberapa kategori, yaitu sebagai berikut.

1. Wasit Utama
  • Bertugas seorang diri sebagai pengadil lapangan.
  • Meniup peluit saat pertandingan dimulai, babak pertama selesai, babak kedua digelar, dan pertandingan selesai.
  • Memberikan kartu kuning atau kartu merah kepada pemain maupun pelatih di pinggir lapangan.
2. Asisten Wasit
  • Terdapat 2 asisten wasit yang bekerja sebagai hakim garis atau linesman
  • Tugasnya untuk membantu wasit utama dalam menentukan offside, pelanggaran pemain, lemparan ke dalam, tendangan gawang, dan sepak pojok.
  • Terdapat 1 asisten wasit yang bertugas mengatur papan pergantian pemain


Peraturan Jalannya Pertandingan


  Dalam suatu pertandingan sepak bola dimainkan selama 90 menit. Namun, ada sejumlah aturan khusus yang berlaku dalam laga-laga tertentu. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Waktu Permainan Normal
  • Pertandingan berlangsung selama 90 menit.
  • Pertandingan terbagi ke dalam dua babak, yakni babak pertama 45 menit dan babak kedua 45 menit (2x45 menit).
  • Setiap babak terdapat tambahan waktu antara 1-5 menit, disebut sebagai injury time. Ketentuan tambahan waktu saat injury time tergantung dari keputusan wasit dan ofisial pertandingan.
2. Babak Tambahan Waktu
  • Dalam laga-laga tertentu, setelah waktu normal habis dan skor pertandingan masih seri, maka akan dilanjutkan ke babak extra time.
  • Babak extra time terbagi ke dalam dua babak, yakni babak pertama berlangsung 15 menit dan babak kedua 15 menit (2x15 menit).
  • Jika dalam babak extra time skor masih sama kuat, maka akan dilanjutkan ke babak adu penalti.
3. Babak Adu Penalti
  • Babak adu penalti dilangsungkan untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara atau lolos ke babak selanjutnya.
  • Setiap pemain dari kesebelasan di lapangan wajib mengeksekusi tendangan penalti.
  • Tim yang gagal mencetak gol penalti dinyatakan kalah.


Peraturan Tentang Pelanggaran Pemain


  Selama jalannya pertandingan, sulit untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap pemain. Terlebih jika laga tersebut sangat krusial atau mempertemukan dua tim hebat. Nah, ada peraturan dibuat oleh IFAB tentang pelanggaran pemain, yakni sebagai berikut.

1. Pemberian Kartu Kuning
  • Melakukan tackle tidak mengenai bola
  • Menarik baju tim lawan
  • Handball yang tidak disengaja
  • Diving
  • Menghentikan laju pemain lawan dengan cara yang tidak sportif
  • Protes kepada wasit
  • Membuka baju atau celana saat selebrasi gol
2. Pemberian Kartu Merah
  • Melakukan tackle keras yang tidak menyentuh bola
  • Mencederai lawan karena tackle terlalu keras
  • Berkelahi
  • Handball secara sengaja
  • Mengangkat kaki terlalu tinggi
  • Memicu keributan antara pemain di lapangan
  • Protes keras terhadap wasit
3. Pemberian Kartu Kuning/Merah Kepada Pelatih
  • Protes keras ke wasit
  • Memicu keributan dengan pelatih lawan
  • Masuk ke lapangan


Peraturan Tentang Offside


  Menurut aturan yang dibuat IFAB, pemain akan dinyatakan dalam posisi offside apabila bagian kepala, tubuh, dan kaki telah melewati garis terakhir pertahanan yang dibuat oleh lawan. Jika hakim garis dan wasit utama tidak yakin, maka bisa melakukan pengecekan menggunakan Video Assistant Referee (VAR).

  Sementara itu, seorang pemain dinyatakan tidak dalam posisi offside jika tubuhnya sejajar dengan pemain lawan terakhir di garis pertahanan. Apabila pemain lawan melakukan protes terhadap wasit karena kamu dalam posisi offside, maka hakim garis dan wasit berhak melihat tayangan ulang melalui VAR.

  Kamu bisa dinyatakan dalam posisi offside ketika aktif maupun tidak aktif di area pertahanan lawan. Contohnya sebagai berikut:
  • Saat kamu sedang tidak aktif mengejar bola namun posisi tubuh sudah melewati posisi pemain lawan di garis pertahanan, maka dinyatakan offside.
  • Saat kamu aktif mengejar bola yang diumpan oleh rekan setim, namun posisi tubuh sudah melewati posisi pemain lawan di garis pertahanan, maka dinyatakan offside.

  Nah, itu dia penjelasan mengenai peraturan sepak bola berdasarkan standar FIFA yang terbaru. Semoga artikel ini dapat membantu agar lebih memahami aturan sepak bola. 


Sejarah sepak bola

 Sejarah Permainan Sepak Bola di Dunia dan Indonesia


Sejarah Awal Sepak Bola Dunia

  Menurut laman Kemendikbud, sejarah sepak bola dunia sudah ada sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di China, tepatnya di masa Dinasti Han.

  Pada masa itu, masyarakat China sudah mengenal permainan menggiring bola kulit dan menendang bola ke gawang berbentuk jaring kecil. Permainan bola tersebut dikenal dengan Tsu chu.

  Tsu chu biasanya dimainkan oleh tentara Tiongkok untuk menjaga ketahanan fisik. Selain itu permainan ini juga dimainkan ketika ada perayaan ulang tahun kaisar.

  Di negara lain, seperti di Jepang permainan sepak bola disebut dengan Kemari. Hampir sama dengan di China, pada saat itu orang Jepang bermain dengan cara menggiring bola yang terbuat dari kulit kijang.

  Berdasarkan rangkuman catatan sejarah dunia, tidak hanya di China dan Jepang, tapi permainan sepak bola kuno juga ditemukan di negara-negara lain seperti, Inggris, Meksiko sampai ke Mesir Kuno. Tetapi mereka sudah memainkan sepak bola dengan menggunakan bola dari karet.


Sejarah sepak bola modern

  Sepak bola mulai mengalami perkembangan di Inggris setelah adanya pertemuan 11 wakil perkumpulan sepak bola yang ada di Football Association Freemasons Tavern (FA) pada 1863. Pertemuan ini menjadi cikal bakal peraturan-peraturan dasar permainan sepak bola di Wales, Skotlandia, dan Irlandia.

  Selain itu, pertemuan ini juga menetapkan adanya perbedaan antara olahraga sepak bola dengan rugby.

  Pada 21 Mei 1904, terbentuklah federasi sepak bola dunia yang dikenal sebagai Federation International de Football Association (FIFA) sebagai hasil pertemuan dari tujuh perwakilan negara, yaitu Denmark, Spanyol, Swedia, Swiss, Belgia dan Belanda. Tokoh penggagas FIFA yaitu Henry Delaunay dan Jules Rimet.

  Pada 1908, sepak bola menjadi salah satu olahraga resmi yang dipertandingkan dalam kompetisi olahraga terbesar di dunia, yaitu Olimpiade.

  Perlu Bolaneters ketahui terdapat beragam kompetisi yang ada di dunia, beberapa di antaranya yang terkenal adalah:

  • Turnamen internasional tertua di dunia adalah Copa America di wilayah Amerika pada 1916.
  • Piala Dunia pertama kali dilaksanakan pada 1930 di Uruguay yang diikuti oleh 13 negara.
  • Piala Asia atau Asian Football Confederation (AFC) di wilayah Asia, Australia pada 1956 .
  • Piala Emas CONCACAF di wilayah Amerika Utara 1959.
  • Piala Eropa atau European Nations' Cup (EURO) di wilayah Eropa pada 1960.

  Sepak bola terus mengalami evolusi dan peminatnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, ada banyak sekali turnamen-turnamen sepak bola yang digelar di dunia, baik amatir maupun profesional.


Sejarah sepak bola Indonesia

  Di Indonesia sejarah permainan sepak bola dikenal dengan nama sepak raga. Permainan sepak raga dilakukan dengan cara menendang bola dari rotan untuk bisa masuk ke dalam lingkaran di atas bambu seperti halnya ring basket.

  Banyak yang berpendapat mengenai kapan sepak bola masuk ke Indonesia. Beberapa pendapat mengatakan bahwa sepak bola masuk ke Indonesia di era pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1914 atau saat Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) berdiri.

  Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) merupakan organisasi sepak bola pertama di Hindia Belanda dan hanya mewadahi klub-klub milik Belanda. Setahun kemudian, didirikanlah Voetbal Bond Indonesia (VBI) yang mewadahi klub-klub pribumi.

  Pada tanggal 19 April 1930, sejarah mencatat momen penting dengan berdirinya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta dan diketahui oleh Soeratin Sosrosoegondo. PSSI saat itu menjadi wadah perjuangan sekaligus pemersatu sepak bola nasional.

  Setelah berdirinya PSSI, kompetisi tahunan di Indonesia mulai berjalan pada 1931-1941 dan sempat berhenti pada 1942. Mulai berjalan lagi pada 1951 saat Jepang masuk ke Indonesia hingga masa awal kemerdekaan.

  Dalam perjalanannya, PSSI bergabung dengan FIFA pada 1952. Dua tahun berselang, Indonesia bergabung federasi sepak bola Asia yaitu AFC.

  Liga sepak bola pertama di Indonesia yaitu Liga Sepak bola Utama atau Galatama. Pada 1994, PSSI membentuk Liga Indonesia untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

  Pada 2014, Liga Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA dan dibekukan pada 2015. Setelah itu, baru pada 2017 diselenggarakan kembali kompetisi yang bernama Liga 1 hingga sekarang.


Sejarah Permainan Sepak Bola di Dunia dan Indonesia - Bola.net https://search.app/4USZ4eX6BQMZx8Nt8

Teknik dasar dalam bermain sepak bola

 10 Teknik Dasar dalam Permainan Sepak Bola – Gramedia Literasi 

 Shooting adalah sebuah teknik dasar yang dilakukan dengan cara menembakkan bola. Tembakan yang dilakukan maksudnya adalah dengan menendang bola. Seorang pemain yang melakukan shooting harus dengan tepat dan disertai tingkat akurasi yang tinggi.

  Teknik ini dapat dilakukan dengan menggunakan kaki kiri bagian luar, kaki sisi bagian dalam, dan menggunakan ujung kaki. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan menggunakan ujung kaki. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk melakukan teknik shooting supaya dapat dilakukan dengan tepat:

  1. Lihatlah ke arah lapangan, kemudian mengamati situasi sebelum melakukan shooting.
  2. Fokus kepada target atau sasaran untuk bola ditembakkan. Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan pemain lawan.
  3. Menyesuaikan tembakan dengan posisi lawan.
  4. Melihat ke arah bola ketika ingin menendangnya.
  5. Ketika sudah menentukan sasaran dan informasi di lapangan, kemudian lihatlah kembali bola. Setelah itu, lakukan pandangan pada bola sehingga hasil menjadi lebih akurat.
  6. Jangan lupa untuk memilih sepatu yang tepat dan nyaman.



2. Dribbling

  Salah satu teknik dasar sepak bola adalah dribbling. Teknik dribbling dalam sepak bola adalah sebuah gerakan yang dilakukan oleh pemain ketika menggiring bola menggunakan kaki. Teknik dribbling ini dilakukan untuk menggerakkan serta mengontrol bola ketika berada di lapangan.

  Teknik dribbling juga dilakukan saat bola ingin digiring ke area gawang. Kemudian, tidak akan pemain yang akan diberikan untuk operan. Teknik dasar dribbling ini dibagi menjadi dua jenis. Teknik tersebut adalah speed dribbling dan closed dribbling.

  • Pertama, teknik speed dribbling yaitu teknik yang ada di dalam sepak bola. Teknik ini dilakukan melalui beberapa cara. Pemain akan menendang bola kearah depan, kemudian ia akan mengejar dengan cepat bola tersebut. Teknik speed dribbling ini adalah teknik yang dilakukan dengan cepat. Sehingga pemain harus membutuhkan fokus yang tinggi dalam melakukannya.
  • Kedua, teknik close dribbling yaitu teknik yang dilakukan jika jarak antara bola dan pemain sangat dekat. Dalam melakukannya, pemain harus memiliki kontrol penuh ketika menggiring bola. Hal tersebut dibutuhkan karena jaraknya tidak jauh. Akan tetapi, biasanya lawan akan berada di sekitar pemain dan berusaha merebut bola yang ada di kaki pemain.


3. Teknik Menghentikan Bola

  Teknik dasar selanjutnya dalam sepak bola adalah teknik menghentikan bola. Di dalam permainan sepak bola, tidak hanya dibutuhkan kemampuan untuk menggiring bola. Tepati juga menghentikan bola. Teknik ini adalah salah satu taktik dalam bermain sepak bola. Dalam teknik ini, bisa menggunakan banyak anggota tubuh. diantaranya dengan menggunakan kaki, paha, dada, kepala, dan perut.

  Pada bagian kaki, seorang pemain dapat menghentikan bola menggunakan beberapa bagian. Bagian tersebut adalah kaki bagian luar, punggung kaki, dan telapak kaki. Teknik menghentikan bola yang dilakukan dengan paha biasanya karena operan bola yang diterima dari jarak jauh.

  Berbeda dengan kaki dan paha. Teknik menghentikan bola yang dilakukan dengan menggunakan dada dilakukan ketika menerima bola dari arah atas. Sehingga memungkinkan bola stabil dan meluncur ke tanah. Untuk teknik menggunakan perut, memang terbilang unik dan jarang dilakukan. Pemain harus memperhatikan arah datangnya bola terlebih dahulu, jika ingin menggunakan teknik perut.


4. Teknik Lemparan ke Dalam

  Teknik selanjutnya adalah teknik lemparan ke dalam. Teknik ini dipakai saat bola berada di dalam posisi out atau keluar dari lapangan. Bisa dari sisi kiri atau sisi kanan lapangan. Dalam teknik ini, pemain hanya perlu melemparkan bola.

  Menggunakan kedua tangan dan melemparkan bola ke dalam. Akan tetapi, yang harus diperhatikan adalah pemain harus menggunakan teknik yang baik dalam lemparan tersebut. Sehingga lemparan bisa dilakukan dengan baik.

  Untuk melakukan teknik ini, pertama ambilah bola menggunakan kedua tangan. Langkah kedua, arahkan kaki sehingga menghadap ke lapangan. Pada posisi ini, ujung jari kaki diposisikan berada di pinggir garis lapangan. Langkah ketiga. Lengkungkanlah punggungmu, langkah keempat, angkat bola yang diawali dari belakang kepala. Bawalah bola ke atas melewati kepala kamu.

  Langkah kelima, lepaskan bola ke arah depan dengan jentikan pergelangan tangan. Langkah terakhir, kembalilah lari ke dalam lapangan untuk kembali bermain. Akan tetapi, jangan sampai menyentuh bola, sebelum disentuh oleh pemain lain.


5. Passing

  Teknik dasar selanjutnya adalah passing. Teknik passing ini masih memiliki kaitan dengan teknik shooting. Teknik passing adalah sebuah teknik keterampilan untuk memindahkan bola. Bola akan dipindah dari satu pemain pada pemain lainnya. Teknik ini akan dilakukan dengan menggunakan kaki atau bagian tubuh yang lain, kecuali tangan.

  Pada umumnya, teknik passing dilakukan menggunakan kaki saja. Pemain akan mengoper dan dilakukan dengan menggunakan bagian dalam kaki. Penggunaan kaki bagian dalam ini karena kaki bagian dalam mempunyai area yang lebih luas. Jika dibandingkan dengan punggung kaki, kaki bagian dalam akan lebih membantu.

  Passing terdiri dari dua jenis. Ada short passing atau operan pendek,dan ada long passing atau operan jauh. Teknik operan pendek digunakan untuk memberikan bola kepada sesama pemain yang berjarak dekat. Untuk dapat mengarahkan bola tersebut, pemain harus memiliki keseimbangan badan yang bagus. Caranya dengan memposisikan kaki yang dijadikan sebagai tumpuan sehingga sejajar dengan bola.

  Teknik operan jauh adalah teknik yang membuat tendangan bola melambung ke udara. Sehingga akan melewati kepala pemain. Hal inilah yang membuat passing ini dilakukan dari jarak jauh.


6. Heading

  Teknik heading dilakukan jika bola berada pada jangkauan yang tinggi. Teknik heading adalah teknik menyundul bola. Teknik ini adalah salah satu teknik yang sering dilakukan oleh para pemain sepak bola ketika berada di lapangan. Akan tetapi, teknik ini tidak semudah yang terlihat ketika dilakukan. Ada beberapa prinsip yang harus dilakukan ketika menyundul bola.

Berikut ini adalah prinsip-prinsip dalam menyundul bola:

 •Berlari untuk menyebut bola dari arah datangnya bola. Pandangan diarahkan dengan benar ketika persiapan untuk melakukan teknik menyundul. Fokus pada arah bola.

 •Sikap otot leher dilakukan dengan benar saat menyundul. Caranya adalah dengan menguatkan dan mengeraskan otot leher

 •Gunakan dahi untuk menyundul bola, itu adalah bagian yang baik. Tepatnya pada daerah kepala di atas kedua kening dan di bawah rambut kepala

 •Menarik badan ke belakang dengan melengkung pada area pinggang. Gerakan seluruh tubuh, seperti kekuatan otot-otot perut. Kekuatan dorongan panggul dan juga kekuatan kekuatan kedua lulut. Kemudian kaki diturunkan dan badan diayun ke depan. Sehingga dahi bisa mengenai bola.

 •Ketika menyundul bola, mata harus tetap terbuka dan jangan sampai terpejam. Ikutilah arah datangnya bola. Ikuti kemana bola diarahkan. Kemudian dilanjutkan dengan gerakan untuk segera lari dari posisi.


7. Teknik Juggling 

  Teknik selanjutnya adalah teknik juggling. Teknik ini dipakai supaya pemain dapat lebih lihai ketika mengontrol bola yang ada padanya. Teknik ini diterapkan ketika bola menyentuh ujung kaki. Kemudian mengangkatnya dengan kaki.

  Untuk melakukan teknik ini, langkah pertama adalah dengan memegang bola di depan dada. Langkah kedua, tetap menjaga lutut supaya agak menekuk. Kemudian lakukanlah teknik ini. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tentu perlu dilakukan Latihan yang rutin.


8. Teknik Menyapu Bola

  Teknik menyapu bola adalah teknik yang dipakai seorang pemain sebagai bentuk pertahanan dari serangan lawan. Teknik menyapu bola disebut juga dengan sliding tackle. Teknik ini adalah sebuah gerakan untuk merebut bola. Sebenarnya teknik ini cukup rawan untuk digunakan. Sehingga beresiko untuk mendapatkan kartu pelanggaran karena teknik ini.

  Untuk menggunakan teknik menyapu bola, terdapat beberapa teknik yang harus dipelajari. Teknik tersebut adalah meluncur dengan menjatuhkan badan ke lapangan. Selain itu, pemain juga harus memperhatikan waktu yang tepat untuk melakukan ini. Jika salah dalam memperkirakan waktu, maka akan mendapatkan kartu dari wasit.

  Hal lain yang tidak boleh dilakukan ketika melakukan teknik ini adalah melakukannya dari arah belakang lawan selain itu, mengangkat kaki ke atas ketika melakukan teknik ini juga tidak diperbolehkan. Hal lain yang tidak diperbolehkan juga adalah tackle melalui teknik menggunting.


9. Intercepting

  Teknik dasar selanjutnya adalah intercepting. Teknik intercepting ini akan digunakan ketika ingin merebut bola dari kaki pemain lawan. Akan tetapi, ada yang harus diperhatikan adalah ketika melakukannya. Hal tersebut adalah membaca pergerakan dari pemain lawan.

  Selain itu, pemain yang menggunakan teknik ini juga bisa menghentikan laku umpan dari pemain lawan. Teknik ini sangat penting untuk menjadi sebuah pertahanan dari serangan pemain lawan. Akan tetapi, pemain yang menggunakan teknik ini harus berhati-hati. Hal yang harus diperhatikan adalah yang akan direbut bolanya, bukan kaki dari pemain lawan.


10. Goal keeping

  Teknik goalkeeping adalah teknik yang hanya dilakukan oleh penjaga gawang. Hanya penjaga gawang atau kiper saja yang diperbolehkan untuk menggunakan teknik ini. Teknik ini adalah teknik yang digunakan untuk menghalau bola dengan menggunakan tangan.

  Teknik goalkeeping adalah teknik penting sebagai pertahanan terakhir dari tim. Dalam melakukan teknik ini, perlu adanya penguasaan beberapa teknik lain. Seperti teknik tendangan yang dilakukan dengan power yang kuat.


sumber: https://www.gramedia.com/literasi/teknik-dasar-dalam-permainan-sepak-bola/?srsltid=AfmBOoqpquGDtZ3TB3kFbmdzclWUVSJ3BxpHng00Ocxo3_XyEV9SfZ0M 1. Shooting

Analisis Cedera Olahraga pada Atlet Sepak Bola Junior

  Analisis Cedera Olahraga pada Atlet Sepak Bola Junior   Di lansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), Sepak bola remaja memiliki ti...